Pelatihan UMKM dan KampusPreneur

Pertemuan KampusPreneur #1 di Kota Madiun

Acara pelatihan UMKM dan Pembentukan KampusPreneur di Kota Madiun terselenggara atas kerjasama  forum BBB (Berbagi Bersama Berkembang), tim ranger BUKALAPAK, Kominfo pemkot, Relawan Tik Madiun, Fakultas Teknik UKWMM, dan Fakultas Ekonomi & Bisnis UKWMM. Araca ini diselenggarakan pada Rabu, 23 Agustus 2017 bertempat di Auditorium Widya Mandala Madiun. Acara disambut antusias oleh kalangan UMKM maupun mahasiswa yang dalam waktu singkat telah mencapai target peserta dari UMKM 140 dan mahasiswa di Kota Madiun sejumlah 100 orang.

UMKM perlu terus didorong dengan cara diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, mental, dan daya inovasi, serta memanfaatkan media-media yang mendukung publikasi saat ini. Misal disampaikan terdapat pasar online di bukalapak, pemanfaatan google bisnis, kerjasama dengan gerai mini/supermarket misal Carefoor, optimasi jalur distribusi, dan sebagainya. Selain dari sisi UMKM mahasiswa juga perlu terus didukung dalam meningkatkan ide dan praktik/pelaksanaan wirausaha. Karena itu, pada kesempatan ini juga diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas KampusPreneur di Kota Madiun, sehingga acara pertemuan ini juga disebut sebagai KAMPUSPRENEUR#1, yang merupakan edisi pertama mahasiswa wirausaha saling bertemu. Di masa mendatang juga akan dilaksanakan KAMPUSPRENEUR#2 ataupun bentuk-bentuk pelatihan khusus terkait dengan kegiatan wirasuaha.

Ekonomi dan Bisnis Inklusif

Forum pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) mengadakan pertemuan di Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada Kamis – Sabtu, 27 – 29 Juli 2019. Sebagaimana anggota APTIK, maka pertemuan ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas, program studi, dan pasca sarjana dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yaitu: Unika Widya Mandala Surabaya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Unika Musi Charitas Palembang, Unika Darma Cendika Surabaya, Unika Widya Mandala Madiun, Univ. Sanata Dharma Yogyakarta, Unika Parahyangan Bandung, Unika Widya Mandira Kupang, Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta, Univ. Atma Jaya Makasar, Unika Soegijapranata Semarang, Unika Widya Mandira Kupang, dan Unika St. Thomas Medan.

Pertemuan membahas mengenai bagaimana mengelola Fakultas yang dapat menuju pada ekonomi dan bisnis yang inklusif. Inklusif berarti menggandeng berbagai pihak dan tidak meminggirkan masyarakat bawah, pengusaha di bawah, kegiatan ekonomi masyarakat. Tidak hanya bagi manusia, namun kegiatan tersebut tetap menjaga dan memperhatikan keseimbangan antara manusia dan lingkungan sekitar. Lingkungan tersebut terdiri dari lingkungan alam fisik dan makluk-makluk yang berada di sekitar keberadaan manusia. Hal ini tentu menjaga pula hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesamanya.

Fakultas harus menjadi media pewarta suka cita (evangelii gaudium). Suka cita, kabar baik, kegembiraan adalah merupakan buah-buah yang harus diperjuangkan dalam mengelola fakultas. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan fakultas, baik itu dalam proses pembelajaran maupun hubungan masyarakat harus merasakan suka cita (tidak mendapat ketakutan, mangkel, patah semangat, dsb.) ketika dan sehabis dari fakultas. Hal ini adalah penting karena fakultas juga berperan baik dalam menjaga dan mengelola pihak-pihak yang dipercayakan Tuhan kepadanya untuk dipelihara.

Dalam pandangan gereja katolik, bahwa manusia perlu membangun kerja sama untuk mewujudkan keselamatan (kebaikan bagi manusia dan alam (laudato si)) bagi siapa saja, tidak terbatas pada satu agama. Karena kebaikan merupakan sifat universal yang dimiliki oleh setiap agama. Dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis hal ini memiliki hubungan yang erat, karena fakultas ini mendidik generasi muda untuk menjadi seorang yang mampu berkontribusi dalam kegiatan perekonomian dan bisnis. Namun demikian, nilai-nilai kebaikan tersebut harus diperhatikan dan menjadi sikap positif ketika lulusan terjun dalam suatu bisnis dan masyarakat.

Agustinus Mujilan
feb.widyamandala.ac.id

Car Free Day Madiun “We are one”

Gambar masyarakat Kota Madiun memadati area car free day, 23 April 2017 

Sebuah tema “we are one” yang diusung dalam car free day (CFD) Kota Madiun oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Katolik Widya Mandala Madiun (UKWMM) pada Minggu 23 April 2017. Tema ini diusung bukan tanpa alasan, di FEB UKWMM sendiri terdapat berbagai ragam budaya, etnis, suku, agama, golongan sosial namun kesemua itu menjadi suatu irama yang baik untuk menjaga kebersamaan, kemajuan, dan kecintaan terhadap masyarakat dan bangsa. Gambaran hal yang terjadi di FEB UKWMM itu sendiri merupakan sebuah miniatur keadaan yang terdapat di Kota Madiun lebih luas lagi Bangsa Indonesia, bahkan masyarakat global. Apa yang kita cari bersama? We are one, satu dalam keberagaman untuk mencapai keindahan, kedamaian, dan keberhasilan peradaban manusia maupun lingkungannya.

CFD memang diadakan setiap hari minggu pagi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Madiun pada jam 06.00 – 08.00 di area Jalan Pahlawan Kota Madiun. Jalanan yang biasanya ramai ini karena merupakan jalan utama Kota Madiun yang juga berdekatan dengan area belanja Sri Ratu, Madiun Mall M (Matahari), Timbul Jaya Mall, dan deretan pusat-pusat perbelanjaan lainnya sehingga setiap hari sibuk dengan kegiatan masyarakat. Namun setiap minggu pagi jalan ini kesibukan berganti dari pemakai kendaraan menjadi pejalan kaki. Stand-stand pemeran, pedagang kaki lima, produk lokal, permainan, komunitas, dan berbagai pentas seni mengisi acara tersebut.

Kesempatan baik pada hari CFD  yang FEB-UKMM berperan serta ini juga merupakan dukungan dari Biro Humas UKWMM. Tampilan we are one diaktualisasikan dengan kolaborasi acara berbagai latar belakang budaya: tarian jawa, tarian kalimantan, tarian modern, akustik, dan lagu. Selain itu FEB-UKWMM juga membawa informasi kepada masyarakat tentang berinvestasi dan menabung saham oleh Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di UKWMM. Selain memberikan informasi juga dibuka kesempatan kepada masyarakat luas apabila ingin belajar dan menjadi investor di pasar modal secara sungguhan walau berawal dari modal kecil. istilahnya berapa pun yang Anda dapat sediakan dapat menjadi seorang Investor saham di PT-PT terkenal di Indonesia, mulai dari 100 ribu rupiah sampai milyardan rupiah.

Smart City dan Financial Technology (FinTech) Peradaban Masa Kini dan Mendatang

Apa itu smart city? Smart city dapat dipahami sebagai penggunaan berbagai media dan teknologi yang terintegrasi untuk layanan masyarakat dari pemerintah maupun kegiatan-kegiatan masyarakat dalam suatu kota tersebut. Kemudian apa itu financial technology? Financial technology disingkat FinTech, secara mudahnya adalah penggunaan media, aplikasi, dan jaringan untuk melakukan berbagai kegiatan finansial. Kedua hal ini menjadi topik utama dalam Dialog Ekonomi di Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri pada 30 Maret 2017 dengan tema “Peran Digital Economy dan Smart City dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah”. Dialog dimoderatori oleh Ir. H. Teguh Trianung D.S., M.M. dan panelis/pembicara adalah Junanto Herdiawan (Kepala Financial Technology Office Bank Indonesia), Thahya Widayanti (Dirjen Perdagangan Dalam Negeri), Prof. Suhono Harso Supangat (Inisiator Smart City/Guru Besar ITB), Dias Satria, S.E., M.AppEc.Phd. (Universitas Brawijaya). Sebelumnya dilakukan sambutan oleh Walikota Kediri  (Abdullah Abu Bakar, S.E.)

Dicontohkan oleh Walikota Kediri (Abdullah Abu Bakar, S.E) bahwa Kediri sudah mulai menerapkan CCTV yang dapat diakses oleh masyarakat untuk melihat kondisi lalu lintas, kemudian masih akan terus dikembangkan. Pusat komando juga telah dibentuk yang memuat berbagai data dan jaringan seputar daerah Kediri.

Menurut Prof. Suhono, Smart City memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melihat perkembangan generasi saat ini dan masa mendatang yang makin dekat dengan era digitalisasi dan penggunaan perangkat teknologi. Penggunaan komunikasi melalui jalur gelombang radio, fiber optic, dan media lainnya mulai menjadi kebutuhan. Fasilitas ini menjadi penting karena tanpa itu data sulit diakses dan justru menjadi kendala dalam penerapannya. Teknologi ini mampu menggerakkan masa yang dalam tanda petik “tidak kelihatan”. Manusia-manusia yang berkunjung maupun bertransaksi adalah manusia yang tidak kelihatan secara fisik tetapi berupa alamat-lamat IP dalam jaringan internet. Kunjungan juga tidak terbatas jam, bisa dimungkinkan aktivitasnya 24 jam sehari 7 hari seminggu (artinya dapat tidak tutup).

Perkembangan teknologi juga berimbas pada kegiatan financial. Anak-anak muda berkreasi dan bankit dengan ide-ide baru. Dicontohkan oleh Bpk. Junanto bahwa saat ini sudah muncul kredit UMKM dari modal mengumpulkan dana sukarela dari masyarakat. Peminjam maupun penabung hanya bertransaksi melalui internet. Tidak disangka bahwa animo masyarakat sangat tinggi sehingga perputaran uang dari kegiatan tersebut dapat berangka milyaran rupiah.

Dua perkembangan ini hanyalah sebagaian dari perkembangan dan perubahan pola generasi. Sudah siapkah Anda (ya Anda) untuk menghadapi perubahan tersebut? Atau masih nyamankan dengan status quo dengan pola-pola pengelolaan yang lama? Mengapa? Karena perkembangan tersebut juga mengakibatkan adanya disruption (dampak) pada kegiatan-kegiatan yang booming di masa sebelumnya dan tergantikan dengan sistem teknologi. Contoh toko kaset dan CD mulai berkurang, koran dan toko buku mulai mengalami penurunan, pendidikan mulai disentuh berbagai teknologi, dan masih banyak lagi.

(Agustinus Mujilan)

Internasionalisasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Pada 12-13 Januari 2017 telah dilaksanakan pertemuan Forum Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari perguruan-perguruan tinggi Kristen dan Katolik se Indonesia bertempat di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Terdapat tiga hal pokok yang dipelajari dan dibagikan bersama yaitu 1) internasionalisasi, 2) akreditasi internasional, 3) nilai-nilai kristiani dalam pendidikan.

Internasionalisasi menjadi topik karena di ero global ini akses dan keterlibatan pendidikan sudah bergerak tidak hanya lingkup lokal namun juga internasional. Daya tarik perguruan tinggi dalam negeri untuk mampu mendorong kerjasama dan menarik untuk dikunjungi kalangan akademisi internasional baik dalam rangka perkuliahan maupun program khusus nampaknya perlu mendapat perhatian. Internasionalisasi berarti berupaya untuk mengangkat keunggulan-keunggulan lokal sehingga memiliki daya tarik dan menjangkau area lebih luas. Berbagai standar layanan mulai perlu dibenahi dan mengacu pada tata cara internasional.

Akreditasi internasional juga dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Misalnya AACSB. Strategi-strategi perlu dibangun secara baik namun tidak kalah penting adalah bagaimana operasionalisasi strategi tersebut. Kelayakan akreditasi tentu saja menganut unsur-unsur yang dibentuk dan dicita-citakan perguruan tinggi.

Nilai-nilai kristiani perlu dibangun dan diwujudkan. Nilai utama adalah bagaimana membawa martabat kemanusiaan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah tertanam dan selaras dengan masyarakat, karena sebenarnya merupakan nilai-nilai dasar kehidupan yang sudah diterapkan dan dilaksanakan oleh masyarakat dalam berbudaya dan berbangsa. Secara kodrati bahwa manusia itu beragam, seperti sebuah citra unik yang dimiliki masing-masing individu. Menentang keberagaman seperti halnya menentang kodrat alam tersebut, bahkan kadang menjadi tidak asyik.

ICEBSSH, International Conference in Jember

INTERNATIONAL CONFERENCE ON ECONOMICS, BUSINESS, SOCIAL SCIENCES AND HUMANITIES (ICEBSSH). English and Bahasa Indonesia are the official languages of the conference. Date and venue: 5 August 2017, Aston Hotel, Jember, Indonesia Keynote speaker: Professor Pab Jotikasthira (Southern Methodist University, USA) City tour and Papuma Beach: 6 August 2017 (Optional).

Call paper: Please send your abstract/paper to submission@stiewidyagamalumajang.ac.id

Abstract submission deadline: June 20, 2017 Full paper submission deadline: July 5, 2017

Conference chair:  Dr. Oyong Lisa (STIE Widya Gama Lumajang)

Contact:  icebssh@stiewidyagamalumajang.ac.id

Further information, please follow the conference webpage: http://www.icebssh.org

Pusat Layanan Terpadu Kopertis Wilayah VII Jawa Timur

Pada awal tahun 2017, Kopertis Wilayah VII Jawa Timur telah melakukan inovasi dalam layanan dengan membentuk pusat Informasi dan Layanan Terpadu. Layanan terpadu tersebut sudah disosialisasikan di kalangan perguruan tinggi dalam wilayah Jawa Timur dengan surat Koordinator Kopertis No. 0030/K7/TU/2017, tanggal 5 Januari 2017.

Layanan terpadu ini dibentuk dalam rangka meningkatkan mutu layanan sekaligus implementasi peraturan tentang reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Mekanisme layanan dilaksanakan secara lebih sederhana, efisien, dan efektif. Layanan yang semula tersebar di masing-masing bagian akan disentralisasikan dalam satu tempat yang diberi nama “Pusat Informasi dan Layanan Terpadu”. Dengan mekanisme baru tersebut diharapkan semua layanan dapat diselesaikan di satu tempat (one stop service), yang berada di Gedung Krisna Lantai 1 Kantor Kopertis Wilayah VII. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak 6 Januari 2017.